Selasa, 07 Februari 2012

Setelah Manusia Mati


Setelah Manusia Mati, Siksaan Alam akhirat


Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Ketika manusia kafir dan berdosa disiksa di kubur atau di neraka, maka yang disiksa adalah jasadnya. Jasad itu akan dibentuk lagi oleh Allah SWT nanti setelah sempat untuk beberapa saat roh meninggalkan jasad. Memang secara pisik jasad itu hancur, namun Allah SWT akan membentuk ulang jasadnya. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi-Nya.

Secara ilmiyah pun di dunia saat ini bisa dijelaskan dengan mudah. Yaitu realtias bahwa sesungguhnya jasad kita ini selalu berganti setiap saat. Setiap hari ada bagian dari jaringan tubuh kita yang usang, rusak dan terlepas. Lalu digantikan dengan jaringan baru. Jaringan baru ini kemudain menjadi bagian dari tubuh kita. Setiap sel tubuh kita selalu mengalami peremajaan dan pembaruan. Dan sel baru yang menggantikan sel lama itu terus menerus terbentuk sejak janin di perut ibunya hingga lahir menjadi kanak-kanan, remaja, dewasa dan sampai manusia itu mati.

Sedangkan bagaimana kemudian setiap sel itu bisa membentuk tubuh manusia tanpa berubah, ada sebuah program yang menjadi master plan atau menjadi kerangka acuan pembentukan tubuh manusia. Program itu adalah struktur canggih DNA kita. DNA itulah yang menjadi acuan bagi pembentukan tubuh manusia. Sedangkan bahan baku tubuh manusia itu selalu berganti tanpa kita rasakan dan secara sunnatullah akan membentuk diri menjadi bagian dari tubuh manusia.

Jadi tubuh kita ini setiap hari mengalami peluruhan namun pada saat bersamaan juga mengalami pembaruan. Semua terjadi tanpa kita rasakan. Dan ini adalah fenomena nyata dan ilmiah.

Maka ketika kita diberitahu Allah SWT bahwa nanti di akhirat jasad ini akan dibentuk lagi, bukan hal yang aneh dan perlu dipertanyakan, bukan ? Apalagi buat kita yang sudah mengerti bagaimana sistem terbentuknya tubuh kita ini.

Mungkin kalau manusia jaman dulu yang belum kenal teknologi, kita bisa maklum kalau sampai terheran-heran dengan proses pembentukan tubuh kembali. Bacalah firman Allah SWT dalam Al-Quran tentang pertanyaan orang kafir zaman dahulu mengingkari pembentukan ulang tubuh manusia pasca kematian.

Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" (QS. Al-Isra` : 49)

Mereka berkata: "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan ? (QS. Al-Mukminun : 82)

Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan ? (QS. As-Shaaffaat : 16)

Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?, (QS. Al-Waqi`ah : 47)

Semua ini adaah pertanyaan wajar dari manusia kafir zaman sebelum ditemukannya ilmu pengetahuan. Sehingga proses membentuk ulang tubuh manusia dianggap hal yang aneh, ganjil dan kemudian diingkari. Sedangkan orang kafir zaman sekarang tentu tidak layak lagi kalau bertanya demikian, karena di dunia ini pun kita sekarang tahu bahwa ada sebuah proses pembentukan tubuh manusia yang terjadi setiap saat. Namun mereka mengingkarinya kalau semua ini adalah ciptaan Allah SWT. Mereka hanya mengatakan bahwa semua proses ini adalah sekedar ‘KEAJAIBAN ALAM’.

Jasad Manusia Dibentuk Ulang di Akhirat Untuk Bisa Merasakan Siksa

Di dalam Al-Quran seringkali Allah SWT menceritakan bagaimana pedihnya siksa neraka. Dan siska itu adalah siksaan pisik. Sehingga pisik manusia memang harus dibentuk ulang agar bisa merasakannya. Terbentuk ulang secara sempurna hingga jari-jari mereka pun tetap lengkap. Bukan pembentukan ulang asal jadi saja.

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun jari jemarinya dengan sempurna. (QS. Al-Qiyamah : 3-4)

Dengan terbentuknya kembali tubuh manusia, maka Allah SWT akan menyiksa mereka di neraka dengan bentuk siksaan pisik. Salah satunya adalah dengan cara dibakar. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini :

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah : 35)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa : 56)

Inilah dua golongan yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit . (QS. Al-Hajj : 19-20)

Bahkan termasuk kulit kepala manusia pun akan terkelupas dengan siksa jahannam.

Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, (QS. Al-Ma`arij : 15-16)

Maka marilah kita memohon kepada Allah SWT agar dihindari dari siksa neraka. Sebaliknya kita minta kepada-Nya dengan sepenuh pengharapan agar kita dimasukkan ke dalam surga-Nya. Tentunya doa itu harus diiringi dengan sikap taat, patuh dan tunduk kepada semua perintahnya yang telah disampaikan kepada kita dalam bentuk syariat Islam. Maka tegakkanlah syariat Islam bila memang takut dengan neraka. Dan tinggalkan saja syariat Islam jika sudah merasa siap dibakar di neraka. Nauzu billahi min zalik.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar