Jumat, 10 Februari 2012

ALLAH Tidak Membebani Seseorang Melainkan Sesuai Kesanggupannya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. Dia berkata, “Tatkala ayat: ‘Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkan kamu lantaran perbuatan itu. Lalu Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan mengazab orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu’ (al-Baqarah:284) diturunkan kepada Rasulullah saw. maka hal itu sangat menyulitkan para sahabat beliau.

Mereka menemui Rasulullah. Mereka berlutut seraya berkata, “Ya Rasulullah, kami telah dibebani berbagai amal yang dapat kami kerjakan seperti shalat, shaum (puasa), jihad dan sedekah. Sekarang ayat itu diturunkan kepada engkau, dan kami tak sanggup mengamalkannya.”

Maka Rasulullah saw bersabda, “Apakah kamu hendak mengatakan apa apa yang telah dikatakan oleh para Ahli Kitab terdahulu, yaitu kami mendengar namun kami mendurhakainya?

Namun katakanlah olehmu, “Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Orang-orang menyadari akan kebenaran ayat itu dan merekapun beristigfar. Kemudian Allah menurunkan ayat yang sesudahnya, yaitu `Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. `Kami tidak membeda-bedakan sedikit pun antara seorang rasul dengan rasul lainnya.’

Dan mereka mengatakan, “Kami dengar dan kami taat. Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan kepada Engkaulah tempat kami kembali.” Setelah mereka mengamalkan ayat itu, maka Allah menambahkan ayat tadi dengan ayat, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa)’ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf.”

Yakinlah bahwa Allah tidak akan membebani kita cobaan di luar kemampuan kita. Segala macam cobaan insya Allah bisa kita atasi selama kita dekat dengan Allah SWT.

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah:286]

”Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…” [Al Mu'minuun:62]
“Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” [At Taghabun:16]

Ketika kita mendapatkan suatu perintah, seringkali kita mengeluh. Bahkan kita tak jarang merasa bahwa perintah-perintah tersebut membebani kita. Seperti kisah diatas. Allah menurunkan ayatnya, dan memerintahkan manusia untuk mengamalkannya. Jangan sekali- sekali mengeluh akan perintah Allah. Karena Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Namun, apabila kita mencoba untuk terus berusaha, itu lebih baik dan akan mendapatkan kebaikan diantaranya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar